Skip to content
January 26, 2013 / chonkySAR

Live Life Regret Nothing

Hidup. 24 tahun sudah terlewatkan dan tentunya banyak cerita dibalik kata ‘hidup’. 

Apa yang sudah pernah seorang Nanda lewati dalam hidup?

SMS-an dengan memalsukan identitas: checked

Minum minuman keras dan berujung tidur di dalam kamar mandi: checked

Kissed some girls: checked

Kejebak banjir di dalam mobil seharian: checked

Pingsan ketika main drum saat manggung: checked

Jadi musuh satu angkatan waktu sekolah: checked

Ankle saat tanding basket yang sangat penting: checked

Sengsara selama perjalanan tur bersama Sweet As Revenge dan band lainnya di Sumatera selama satu minggu: checked

Ikut-ikutan jadi fans sepak bola ketika piala dunia: checked

Nonton konser sampai nangis: checked

Patah hati dan diduakan: absolutely checked!

Dan tentunya masih banyak lagi cerita, yang mungkin gabisa saya jabarkan satu-satu di sini. Ini yang saya ingat saja dan tentunya meninggalkan kesan dalam.

Sekiranya hidup memang terus berjalan, apapun itu yang pernah dilewati. Pahit, manis, baik atau buruk, live life regret nothing.

Ada baiknya memang kita bisa mengambil hikmah yang sudah terjadi, tapi bukan berarti kita harus menyesal apa yang pernah kita lakukan. Mungkin kita akan berpikir ‘Jrit, gue pernah kaya gitu dulu!’, ‘Hidup gue miserable banget ternyata saat itu’ atau apapun itu, bersyukurlah pernah melewati itu semua. Saya bisa mengalami suatu hal baru yang mungkin akan selalu menjadi cerita tersendiri buat saya saat ini sampai kedepannya. 

Begitu juga dengan kamu. Tiap momen dalam hidup itu ga akan pernah tergantikan dengan apapun. Saya pernah dibikin marah sampai nangis sama sahabat saya, karena dia bilang saya melewatkan momen ulang tahunnya. Padahal saat itu saya menyiapkan kejutan bersama teman-teman lainnya di tempat yang berbeda, dia menunggu kami semua di kampus untuk ajak makan di suatu tempat, tapi kami sok-sok gamau karena sudah bikin kejutan itu. Sampai akhirnya kami mengalah, dan kami samperin dia yang sudah diemin kita-kita. Lalu pergilah ke suatu tempat makan, sebut saja Roti Bakar Edi dan kita pun menjelaskan kenapa kita ga ada di kampus saat itu. Bukannya tersentuh dia malah balik marah-marah. See? Betapa momen itu tidak bisa dibayar dengan kejutan super so sweet sekalipun.

Sudahlah, tak penting melulu tentang saya. Ambil saja intisari dari cerita ini dan teguk habis sampai tak tersisa lagi.

I have an awesome life. Fuck yours. 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: