Skip to content
April 23, 2013 / chonkySAR

Kesalahan Musisi Di Dunia Maya

Bisa dibilang khususnya di social media, banyak yang beranggapan “Sosial media cuma sebatas update status aja, gampang kok”. Actually, it’s not that simple. Kita harus tahu apa tujuan kita pakai sosial media, membentuk awareness kah, membangun loyalty atau untuk berjualan.

Terlebih untuk musisi, apalagi yang indie a.k.a DIY a.k.a whatever you name it. Terkadang suka ada tindakan salah kaprah seperti spamming di news feed Facebook, posting di tiap status/comment di fanpage band yang sudah punya nama atau spamming dengan minta follow back. Untuk poin kedua, biasanya saya bakalan kena serang balik “Ah ga support band lokal lo!”. Well, well, well, bukannya ga support, tapi daripada nge-junk dengan posting sana sini, coba pakai cara yang lebih oke. Misal contact band-nya lewat message, ajak kerjasama dan ketemu langsung. Lebih enak kan?

Back to topic, saat ini saya coba berbagi informasi mengenai 7 kesalahan para musisi/band yang dilakukan di social media. Semoga bermanfaat

1. Posting seragam di semua saluran media sosial.

Ngga di Facebook/Twitter/Google+, posting-nya sama, itu-itu aja, template. Padahal karakter orang yang ada di dua channel itu beda, begitu juga budaya dan gaya bahasanya. Kalau di Twitter itu real time dan bisa beberapa update per hari, beda dengan Facebook yang kalau kita posting lebih dari 3 bakalan nyampah di news feed.

Selain itu, orang-orang pun akan lebih dengan sukarela following beberapa saluran social media dari band kamu. Simple aja, kalau isinya sama semua di FB/Twitter/Google+, buat apa mereka subscribe semuanya? Make sense kan?

2. Terlalu berjualan.

Satu hal yang harus selalu diingat, social media itu bukan tempat buat jualan! Social media itu tempat untuk berkomunikasi dengan para penikmat musik band kamu dan menjadikan mereka proud fans untuk karya kamu. Masih aja spamming jualan di news feed? Come on, man!

Orang-orang sudah banyak banget dapat terpaan iklan, ga di TV, radio, koran, jalan raya atau media lainnya. Di social media  mereka ingin bersosialisasi. Coba gunakan social media  sebagai tempat untuk share lagu kamu, video (live performance, music video, tutorial) dari YouTube, blogging atau mungkin juga music lessons.

3. Menjadi teman dunia maya yang menyebalkan

Mungkin kamu punya banyak teman atau followers di dunia maya. Tapi kalau kamu terlalu memaksa dan berlebihan meminta mereka semua untuk retweet, following, like atau apapun itu (terlebih ke teman-teman yang gapernah berinteraksi) akan sangat menyebalkan. Lebih baik jaga hubungan dengan teman-teman terdekat, nothing to ask in return. Dengan sendirinya mereka akan support.

4. Mengundang semua teman lewat fitur Event di Facebook.

Band kamu manggung di Jakarta, tapi kamu sebar invitation (kalau pakai aplikasi Event di Facebook akan ada ini) sampai ke Jogja atau bahkan ke Kalimantan. What’s the point? Memang tidak ada salahnya, namun ini kurang efektif. Coba tarik massa yang ada di kota kamu dan sekitarnya. Toh mereka yang lebih potensial untuk datang, disbanding dengan teman, saudara, brotherhood, sisterhood, teman genk kamu yang ada di luar kota sana.

5. Kalimat yang sama untuk direct message/post to wall/mention ke siapapun followers kamu.

Pernah dengar kasus menyebalkan broadcast message BB? Ya, beberapa orang sebal mendapatkan pesan (apalagi yang bersifat personal seperti undangan nikah, minta maaf saat lebaran dsb) dengan font berwarna ungu. Sama halnya di social media. Terkesan lebih nge-spam dan ga personal. Kalau emang ga ada waktu, lebih baik buat posting yang sifatnya lebih umum (update status).

6. Posting link tanpa sepatah dua patah kata.

Entah itu link poster acara, foto band atau apapun itu, jangan cuma posting link aja. Karena bisa aja kebaca sebagai spam. Lagipula kurang efektif, info yang dikasih juga jadinya tanggung dan semacam “Niat ga sih ngasih info?”

7. Posting otomatis secara berlebihan.

Kalau sudah familiar sama dunia social media pasti tau Hootsuite, kita bisa schedule tweet atau status secara otomatis. Tapi jangan terlalu sering menggunakan tools ini. Berkesan terlalu robot. Coba posting secara real time, keuntungannya kita bisa langsung tahu gimana reaksi para followers/fans tentang update-an kita dan yang pastinya bisa langsung berinteraksi.

Yes, mungkin itu yang bisa saya coba bagikan. Well yes, saya pun mengambil sumber dari musicclout. Cuma ingin mempermudah aja dengan menggunakan bahasa yang lebih casual. Semoga bermanfaat dan ingat! tolong jangan nyampah lagi di fanpage band orang. XOXO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: