Skip to content
April 29, 2013 / chonkySAR

I Hate You And Your Idol Thing

Hai, kaum Adam. Familiar dengan kalimat di atas? Mungkin lebih spesifiknya untuk mereka yang kecemplung di dunia per-idol-an. Let’s say, JKT48.

Ya ya, cukup fenomenal memang dunia idol group,  bisa mengguncang keharmonisan hubungan pasangan muda mudi. Ketika si pria kepincut sama idol, rutin datang ke theater, ngumpulin merch, photopack, ikutan event bahkan mention di social media, seketika itu juga mungkin dalam benak si wanita merasa ‘tersaingi’. Hmmm, tak cuma sekali saya mendengar cerita seperti ini dari beberapa teman.

Cerita pertama, seorang teman saya pernah mencurahkan isi hatinya, kalau awalnya sang pacar tidak masalah akan kemaniakan dia di idol group. Tiap ingin meretas rindu ke theater pun ia selalu bilang. Namun sampai pada suatu ketika, sang kekasih mungkin tak kuat sampai akhirnya dia menangis. Hmmm.

Cerita kedua, teman yang baru saya kenal, saat masih memiliki kekasih dulu, dia selalu diam-diam jika ingin mengunjungi theater. Ya, alasannya karena teman saya ini tidak mau membuat kekasihnya kesal. Fast forward, sampai akhirnya mereka putus, teman saya ini justru malah memberikan pengakuan “Lebih enak sekarang nge-idol, lebih bebas”. Hmmm.

Cerita ketiga, suatu ketika ada seseorang yang sedang bertemu dengan pasangannya, selain membahas bagaimana hubungan mereka berdua, ujung-ujungnya ke per-idol-an. Sebenanrya tidak ada masalah, mereka berdua enjoy membincangkan dedek-dedek menari dan menyanyi ini. Karena sang lawan bicara juga suka walaupun tidak segitunya. Namun ketika nama oshimen disebutkan oleh salah satu oknum dari dua orang ini, kontan saja sang lawan bicara langsung mendadak diam. Bete? Sudah pasti. “Kamu terlalu berlebihan ke dia. Ke aku aja ga segitunya”. Hmmm.

Dan mungkin ada beberapa cerita lagi yang saya tidak bahas dan saya tidak tahu. Namun di balik cerita ketidakcocokan pasangan mengenai dunia per-idol-an ini, saya juga mengenal beberapa teman yang mereka berdua (si cowok dan si cewek) ada di dunia per-idol-an. Malahan kompak sekali. Bahkan teman saya yang berpasangan ini bilang “Kita kalo BBM-an ngebahasnya si adek-adek itu. Apa kabar ya mereka? Kangen mereka deh”. Hmmm, menarik.

Kalau menurut pandangan mata saya sendiri, nonton theater JKT48 ini sudah jadi salah satu pilihan bentuk hiburan. Di luar nonton film, makan atau sebagainya. Begitu juga dengan mengkoleksi beberapa merch-nya, sama saja seperti hobi lainnya, tak ada beda. Jadi sebenarnya tidak ada yang salah dengan nge-idol, ini bukan pembenaran karena saya juga suka, tapi begitulah faktanya. Mengutip dari tulisan Pangeran Siahaan di The Jakarta Globe, “Untuk para wota, menonton JKT48 sama saja seperti menonton klub olahraga favorit”. Yah, walaupun saya jarang sekali menonton acara olahraga dan saya bukan wota.

U MAD, BRO?

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: